Lorenzo.. Keputusan Buruk Yang di Ambil Ducati

Masih hangat dalam ingatan ketika tahun lalu Lorenzo tiba-tiba memilih untuk keluar dari Yamaha dan lebih memilih membalap bersama Ducati. Bukan tanpa alasan Lorenzo lebih memilih Ducati di banding dengan Yamaha yang sudah mengantarkan dia menjadi 3kali juara dunia, selain Ducati memberikan kebebasan lebih di banding Yamaha, Ducati juga berani mengontrak Lorenzo dengan nilai yang luwar biasa besar untuk pembalap MotoGP. 12juta euro permusim.

Tetapi menjadi pembalap dengan nilai kontrak terbesar di MotoGP gak langsu membuat Lorenzo menjadi pembalap yang langganan podium bersama Ducati. Untuk konsisten di 5 besar saja cukup membuat Lorenzo kewalahan, bahkan rekan setim nya miliki prestasi jauh lebih baik jika di banding dengan dengan Lorenzo. Padahal Dovizioso memiliki gaji jauh di bawah Lorenzo, 2,5juta euro permusim.

Bukan hanya soal prestasi Lorenzo yang di hadapi Ducati. Kedatangan Lorenzo ke Ducati juga mendatangkan masalah baru. Dengan kontrak yang wow membuat tim asal Bologna itu sempat mengalami kesulitan ke uangan yang berefek pada Ducati SuperBike. Ducati SuperBike dengan sedikit terpaksa harus menerima Marco Melandri, karna dia bersedia mebayar ke pihak Ducati asal di berikan kesempatan membalap bermasa tim pabrikan.

Setelah masalah di Ducati SuperBike teratasi muncul masalah baru tahun ini, Dovizioso menolak kontrak untuk 2019. Dovizioso merasa nilai kontrak yang di terimanya terlalu kecil jika di bandingkan dengan Lorenzo yang memiliki prestasi di bawah nya. Sebenarnya Dovizioso sudah di berikan kenaikan gaji dari 2,5juta euro menjadi 6,5juta euro, tetapi Dovizioso meminta lebih layak karna dia berhasil membawa Ducati menajadi runnerup tahun lalu.

Belum lagi ketika balapan di Jerez kemarin, Lorenzo yang memaksa masuk di tikungan ketika melebar harus “menyenggol” Pedrosa dan Dovizioso yang membuat tim Ducati harus pulang denngan poin hampa di tangan.

Sebenar nya Lorenzo sendiri bukanlah pembalap yang buruk, dia terkenal pembalap yang halus dan memiki perhitungan yang cukup matang. Sayang nya dia seperti pembalap-pembalap Ducati lain nya, yang gagal menjinakan Desmosedici GP. Ya anggap aja Ducati belom beruntung denngan mengontrak Lorenzo.

4 thoughts on “Lorenzo.. Keputusan Buruk Yang di Ambil Ducati

  1. paino Mei 7, 2018 / 03:22

    jozz……

  2. uzhenk Mei 7, 2018 / 04:24

    Motor Pedrosa pake gyroscope? Tuh gak mau jatuh.. apakah motor MM juga sama pake gyroscope? Harus diselidiki.. 😂

    • Yuuoto Mei 7, 2018 / 13:18

      motor nya lorenzo yang gak pake gyroscope
      makanya sering jatuh
      hehe…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *